Wisata Sejarah ke Pulau Run di Maluku, Kota Manhattan di Indonesia

Pulau Run Maluku – Merupakan pulau terkecil di kepulauan Banda, Maluku. Seiring berjalannya waktu pulau ini tidak banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Pada faktanya, pulau ini menyimpan sejarah besar yang pernah mengubah dunia.

Lokasi Pulau Run Maluku

Lokasi Pulau Run

Saat menuju ke pulau ini, dari ibukota Maluku yaitu kota Ambon, anda harus naik kapal untuk menyeberangi lautan. Saat berada di laut, anda dapat merasakan hawa yang berbeda di sekitar laut dan kapal.

Bila pada umumnya anda hanya menciup aroma laut yang asin dengan ikan-ikan yang berbau amis, maka di perairan ini anda akan dapat mencium aroma rempah-rempah seperti cengkeh dan lain sebagainya. Untuk menuju pulau Run, anda akan melewati gunung berapi aktif yang ada di sekitar pulau Run.

Sejarah pulau Run

Dalam sejarah Pulau Run, saat masa pra-kolonial, Belanda, bersama dengan Portugis, Inggris dan Spanyol, tengah berlomba-lomba untuk menemukan sebuah pulau di kawasan laut Maluku.

Pulau yang mereka incar adalah pulau dengan produksi rempah-rempah melimpah serta akan dijadikan sebagai pusat perdagangan dan kendali rempah-rempah, sebelum dipasok ke daratan Eropa.

Di masa itu, terkenalnya kepulauan Maluku sebagai penghasil rempah-rempah yang berharga mahal di Eropa, dijadikan target sasaran para pedagang untuk diduduki.

Bahkan para penjelajah dari empat negara tersebut berusaha mengusir para penjelajah dari Asia dan Arab yang sudah terlebih dahulu datang ke kawasan Maluku.

Ketika Belanda akhirnya menemukan kepulauan tersebut, mereka melindungi investasi mereka dengan membentuk Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC).

Dengan kebrutalan mengerikan yang mencakup membunuh sebagian besar penduduk Banda lokal, mereka menguasai perkebunan pohon cemara hijau. Tumbuhan tersebut bermanfaat sebagai bahan penyembuh berbagai penyakit termasuk wabah pes.

Sejarah Pulau Run Penghasil Rempah

Saat itu, pala hanya tumbuh di Kepulauan Banda. Kombinasi isolasi wilayah dan sifat rambat pohon pala membuat harga pala sangat mahal di Benua Eropa.

Pala hanya akan tumbuh dalam kondisi spesifik yakni pada tanah yang subur dan berdrainase baik di iklim tropis yang mendapat banyak hujan. Bahkan kemudian pohon-pohon itu hanya berbuah setelah tujuh sampai sembilan tahun, dan proses pemanenan harus dilakukan secara intensif.

Dengan penduduk lokal yang ditundukkan dan diperbudak sebagai pekerja, monopoli VOC atas perdagangan rempah-rempah sekarang terhambat oleh satu hal saja.

Pada tahun 1616, orang Inggris berhasil menguasai Pulau Banda bernama Run, yang merupakan pulau terkecil di kawasan ini. Disinilah orang Inggris mengklaim koloni pertama mereka dan membentuk Perusahaan Hindia Timur Inggris.

Perusahaan Hindia Timur Inggris hanya bisa membela Run melawan Belanda selama empat tahun, tapi mereka tidak melepaskan klaim mereka. Pada 1664, saat pembalasan, empat kapal fregat Inggris dikirim menyeberangi Samudera Atlantik untuk merebut sebuah pekebun Belanda yang disebut New Amsterdam.

Pada tahun 1677, kedua negara sepakat, keduanya menolak menyerahkan klaim mereka di pulau masing-masing, jadi mereka melakukan perdagangan. Belanda menguasai Run dan Inggris mendapat New Amsterdam.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa Pulau Run pernah diperebutkan dua negara besar di Eropa dan bernilai setara dengan kota Manhattan di Inggris.

Berkunjung ke pulau ini akan memberikan suasana baru dimana anda akan menemui masyarakat lokal yang masih tinggal di rumah-rumah kecil dan bekerja sebagai nelayan.